Wednesday, 8 May 2013

2.050 Ha Sawah di Kuansing Terendam - Riaupos.co

2.050 Ha Sawah di Kuansing Terendam - Riaupos.co
8 Mai 2013 - 10.58 WIB

 
 
TELUK KUANTAN (RP) — Banjir yang terjadi di Kabupaten Kuantan Singin (Kuansing), Sabtu-Ahad (4-5/5) lalu telah merendam 2.050 hektare persawahan yang siap panen di sana.

‘’Sebenarnya luas sawah warga yang siap untuk dipanen saat ini hampir 4.000 hektare. Namun yang terendam banjir seluas 2.050 hektare lahan sawah, mulai dari kecamatan Kuantan Tengah, Benai, Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Inuman dan Cerenti,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Ir H Hardison MP kepada wartawan, Selasa (7/5).

Menurutnya, Kecamatan Pangean merupakan kecamatan yang paling luas areal sawah siap dipanen yang tergenang banjir. “Kalau Pangean lebih kurang 1.000 hektare yang terendam, disusul Inuman dan Cerenti. Di dua kecamatan ini ada yang sudah dan ada yang belum panen, paling sedikit di Benai karena rata-rata sudah panen,” ujarnya.

Kondisi sawah warga yang terendam itu, sebut Hardison, ada batang padinya tenggelam dan ada sebagiannya saja terendam, serta ada yang hanya sedikit saja terendam.

Kondisi ini, katanya, tentu saja sangat mengecewakan para petani sawah di Kuansing, sebab banjir datang menjelang masa panen.

Sebenarnya, kata Hardison, upaya menghindari banjir yang menimpa areal persawahan dapat dilakukan melalui penanaman serentak.

Pihaknya menyarankan masa tanam serentak pada Oktober. Namun ini tidak mudah karena masyarakat Kuansing secara umum masih mempedomani musim tanam kepada warga yang berada di hulu Sungai Kuantan.

“Kalau orang di hulu sudah mulai tanam baru yang di hilir bertanam, karena itu hulu Kuantan tidak ada yang terendam banjir, karena mereka sudah panen sebulan yang lalu, dan yang terkena sekarang dari Kuantan Tengah ke bagian hilir,” jelasnya.

Mengenai kerugian yang diderita para petani, menurut Hardison belum dapat didata. Karena belum ada data mengenai kondisi tanaman padi warga yang sedang terendam.

“Kalau sudah masak walaupun terendam tidak akan gagal. Yang kita khawatirkan kalau yang terendam padi yang sedang masak susu (sudah berisi tapi masih cair, red), itu akan rusak,” urainya.(jps)