Friday, 14 June 2013

19.233 Siswa Riau Terima Dana BOS - Tribun Pekanbaru

19.233 Siswa Riau Terima Dana BOS - Tribun Pekanbaru
19.233 Siswa Riau Terima Dana BOS
Tribun Pekanbaru - Jumat, 14 Juni 2013 11:01 WIB
More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on myspace Share on google Share on twitter

Laporan: Hendra Efivanias

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU
- Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau akan menyalurkan kekurangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap II tahun 2013. Diperkirakan, akhir bulan Juni mendatang dana itu sudah sampai ke sekolah-sekolah penerima.

Menurut Ketua Tim Manajemen BOS Provinsi Riau, Sri Petri Haryanti SPd kepada wartawan, Kamis (13/6), dalam penyaluran tahap II (bulan April sampai Juni) lalu, masih ada kekurangan anggaran sebesar Rp 3.021.660.000. Anggaran itu ditujukan untuk 19.233 siswa SD serta SMP yang tersebar di 174 sekolah.

Diterangkan dia, dana tersebut akan disalurkan sebelum BOS triwulan III disalurkan. Artinya, jika diperhitungan dari segi waktu, diperkirakan penyalurannya dilakukan di akhir bulan Juni.

Kepala Bidang Pengembangan SMP Disdik Riau ini menambahkan, kekurangan dana BOS yang bersumber dari APBN 2013 itu terjadi di enam kabupaten/kota saja. Yaitu, Kota Pekanbaru, Kampar, Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu dan Siak. Petri menegaskan, di enam kabupaten/kota lainnya sudah tuntas disalurkan.

Ditambahkan Petri, di Pekanbaru, tercatat ada 16.888 siswa di 149 sekolah yang akan menerima. 10.762 orang diantaranya merupakan siswa dari 86 SD baik negeri maupun swasta. Lalu, 6.126 orang lainnya siswa dari 63 SMP negeri dan swasta.

Selanjutnya di Kabupaten Kampar, ada 870 siswa dari tujuh sekolah yang menerima. Terdiri dari 684 orang siswa di lima SD dan 186 orang siswa dari dua SMP. Di Bengkalis ada 168 orang siswa di dua SMP serta satu orang siswa SD.

Kemudian di Kabupaten Rokan Hulu ada 1.072 siswa. Yaitu meliputi 434 orang siswa di empat SD dan 638 orang di sembilan SMP. Sedangkan di Rokan Hilir ada 92 siswa. Seluruhnya dari satu SMP. Sementara di Siak ada 132 siswa  dari satu SD.

Menurut Petri, dana BOS tahap II sebelumnya telah disalurkan Disdik pada tanggal 16 April lalu. Jumlahnya sebesar Rp 150.817.165.000 untuk 990.921 siswa penerima. Sementara, total dana alokasi yang seharusnya disalurkan adalah Rp153.838.680.000 untuk 1.010.143 siswa penerima. (*)

Penulis : Hendra Eifivanias
Editor : zid

Thursday, 13 June 2013

Maradona akan Bagikan Ilmu Sepakbola di Indonesia - Tribun Pekanbaru

Maradona akan Bagikan Ilmu Sepakbola di Indonesia - Tribun Pekanbaru
Maradona akan Bagikan Ilmu Sepakbola di Indonesia
Tribun Pekanbaru - Kamis, 13 Juni 2013 16:01 WIB


TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Diego Armando Maradona, legenda sepakbola asal Argentina, akan berbagi ilmu sepakbola di Indonesia, pada 18-21 Juni 2013.

Maradona akan tiba pada Selasa (18/6/2013) pagi di Jakarta. Selama di Indonesia, Maradona tak hanya mendatangi Jakarta, tapi juga Medan (19/6/2013), Surabaya (20/6/2013), dan Makassar (21/6/2013).

Ketua Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI) Edi Sofyan mengatakan, di setiap kota, acara yang diadakan bervariatif, mulai dari seminar, Tango Football, Coaching Clinic kepada anak-anak usia 8-15 tahun, dan Gala Dinner.

"Maradona lebih banyak berkunjung ke sentra sepakbola, karena daerah-daerah tersebut merupakan pilar sepakbola di Indonesia," tutur Edi Sofyan di Hotel Sultan, Kamis (13/6/2013).

Edi Sofyan mengharapkan, kehadiran Maradona akan memberi inspirasi bagi sepakbola di Indonesia, lebih tinggi lagi.

"Sehingga, pada akhirnya akan menjadi suatu motivasi harapan dan cita-cita dalam merenggut dan prestise untuk menjadi negara maju dalam sepakbola," harapnya.

Prosedur pendaftaran peserta dilakukan di masing-masing kota. Di DKI Jakarta, pendaftaran dilakukan di Kantor Pusat BASRI, di Medan pendaftaran dilakukan di Jalan Puri 10 Medan.

Di Surabaya, pendaftaran dilakukan di KONI Jawa Timur. Sedangkan di Makassar, pendaftaran dilakukan di Jalan Topaz Raya Ruko Jamrud Blok A No 4 Panakukang Makassar. (*)

Editor : zid
Sumber : Tribunnews

Mahasiswa Dikeroyok Staf KJRI di Jerman - Tribun Pekanbaru

Mahasiswa Dikeroyok Staf KJRI di Jerman - Tribun Pekanbaru
Mahasiswa Dikeroyok Staf KJRI di Jerman
Tribun Pekanbaru - Kamis, 13 Juni 2013 14:04 WIB

keroyok.jpg
ilustrasi/net


TRIBUNPEKANBARU.COM, HAMBURG - Seorang mahasiswa asal Indonesia bernama, Puji Syukran dikabarkan telah dikeroyok oleh staf Konsulat Jendral Republik  Indonesia (KJRI) di Hamburg.

Menurut pemberitaan Jakartapost.com, Kamis (13/6/2013), Puji diduga dipukuli oleh Raden Gutamsi dalam pertandingan sepak bola yang diadakan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia di Hamburg, Jerman

Pemukulan terhadap Puji diduga dilakukan oleh Raden dan sejumlah rekannya, tanpa alasan yang jelas, hingga dipisahkan oleh para penonton. Menurut saksi, Raden juga mengancam Puji saat ia menerima perawatan medis.

Kepala Organisasi Mahasiswa Indonesia itu Hamburg, Ahmad Rizqi Meydiarso mengutuk kekerasan tersebut. Menurutnya kekerasan tidak bisa dibenarkan, oleh karena itu ia mendesak Konsulat Jenderal Indonesia, mengizinkan pemerintah Jerman menyelidiki kasus ini.

Mengomentari insiden tersebut, Konsulat Jenderal menyatakan penyesalannya atas insiden tersebut dan meminta semua pihak yang terlibat untuk memprovokasi situasi lebih lanjut. (jakartapost.com)

Editor : zid
Sumber : Tribunnews

Kasihan, Uang Wanita Ini Senilai Rp 660 Juta Habis Dimakan Rayap - Tribun Pekanbaru

Kasihan, Uang Wanita Ini Senilai Rp 660 Juta Habis Dimakan Rayap - Tribun Pekanbaru

Kasihan, Uang Wanita Ini Senilai Rp 660 Juta Habis Dimakan Rayap
Tribun Pekanbaru - Kamis, 13 Juni 2013 12:04 WIB

Uang-Hancur.jpg
ilustrasi/net
Berita Terkait
TRIBUNPEKANBARU.COM, BEIJING – Sayang duit boleh-boleh saja. Cuma caranya mesti cerdas. Sebaiknya tabunglah duit di bank atau tempat yang aman. Jangan sampai kejadian yang menimpa wanita asal China ini terulang.

Bukan apa-apa, wanita yang tak disebut identitasnya itu syok lantaran semua duit simpanannya jadi santapan rayap. Alhasil, duit senilai Rp 660 juta itu tak lagi berharga karena tinggal ‘remahan’ saja.

Seperti Tribun kutip dari News.au.com, duit itu sejatinya hasil kiriman anak-anaknya dari perantauan. Entah karena malas menyimpannya di bank atau alasan lain, dia justru membungkus uang itu dalam kantong plastik di laci kayu.

Dia tersadar uangnya jadi santapan lezat rayap ketika berniat menggunakan uang itu untuk membayar tukang bangunan di rumahnya.

Lantaran panik, dia buru-buru membawa remahan uang itu ke bank setempat. Setelah bank menghitung, uang yang dianggap masih utuh senilai Rp 500 juta saja. Alhasil, dia telah kehilangan kurang lebih 15 persen uang tabungannya gara-gara rayap.(*)

Editor : zid
Sumber : Tribunnews

Komisi C Lelah Urus Jembatan Siak 3 - Tribun Pekanbaru

Komisi C Lelah Urus Jembatan Siak 3 - Tribun Pekanbaru
Komisi C Lelah Urus Jembatan Siak 3
Tribun Pekanbaru - Kamis, 13 Juni 2013 10:01 WIB

Jembatan-Siak-III-Pekanbaru.jpg
oto dikirim Ikhsan, warga Panam, Pekanbaru
Jembatan Siak III yang baru selesai dibangun, memperindah suasana sore di Pelita Pantai.

 
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi C DPRD Riau, mengaku sudah lelah membicarakan kondisi jembatan Siak 3 yang hingga kini belum jelas perbaikannya. Dewan pun meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau menyusul jadwal pasti perencaan perbaikan jembatan siak 3 yang hingga kini masih bermasalah pada ketegangan dua hangernya.

Ketegasan itu disampaikan komisi bidang pembangunan itu, dalam rapat dengar pendapat dengan dinas PU riau, Rabu (12/6). Dalam rapat
kemarin, komisi C meminta dinas PU sudah harus memiliki jadwal pasti soal pengerjaan perbaikan jembatan siak 3 yang dirasa sampai kini
masih saja berlarut-larut.

"Saya masih ingat, dua bulan lalu kita melaksanakan rapat diruangan
yang sama. Dan saat itu disampaikan rencana perbaikan jembatan siak 3. Permasalahannya masih menunggu alat untuk mengukur ketegangan hanger. Dalam rapat sekarang, kita masih saja membahas soal itu-itu saja. Kapan sebenarnya perbaikan akan dilakukan, " ungkap anggota komisi C, Zukri Misran.

Menurutnya, dinas PU harus membuat jadwal yang pasti dengan
perencanaan yang matang, agar masyarakat pun bisa mendapatkan
kepastian kapan jembatan benar-benar dinyatakan aman dibanding kondisi saat ini.

"Jangan mengobral janji-janji saja. Masyarakat akan kerap
bertanya-tanya. Sekarang, pastikan kapan jembatan akan diperbaiki.
Buat jadwal dengan perencanaannya. Pastikan kapan jembatan benar-benar akan diperbaiki, " ujar politisi PDI P ini.

Hal senada disampaikan Ketua komisi C, Azis Zainal yang meminta dinas  PU benar-benar sudah memastikan kapan jembatan siak 3 akan diperbaiki.

Jika disebutkan dalam waktu dekat, maka pastikan melalui perencanaan
kapan waktu yang dimaksud. Azis bahkan kembali menyebutkan jika dirinya juga sudah sangat capek berbicara soal jembatan siak 3. Pasalnya persoalan yang muncul ke permukaan adalah mengenai lambannya perbaikan jembatan, meski sudah berulangkali dilakukan koordinasi.

"Saya sudah capek berbicara masalah jembatan siak 3. Jadi harapan yang  disampaikan kawan-kawan di komisi, PU harus menyusun jadwal yang pasti. Kapan jembatan akan diperbaiki, " imbuhnya.

Menanggapi permintaan dewan, Kadis PU SF Haryanto menyebutkan pihak akan bisa memastikan perbaikan jika proposal dari pihak ketiga yang akan melakukan perhitungan hanger sudah direkomendasi oleh tim ahli. Proposal pihak ketiga dari Amerika itu bagian yang sangat penting
sebelum benar-benar dipastikan perbaikan jembatan.

Dalam rapat, SF meminta waktu tiga bulan kedepan perbaikan sudah
selesai dilakukan. Artinya ada tenggat waktu untuk memastikan kondisi
jembatan jika nanti beberapa hanger yang bermasalah akan diperbaiki.
"Kita pastikan jika proposal sudah direkomendasi dari tim ahli. Kita
tidak ingin gegabah memperbaikinya, " ujar Haryanto.

Usai rapat pun, Haryanto memang tidak ingin memberikan kepastian,
namun ia bebrulangkali menyampaikan jika perbaikan akan secepatnya
dilakukan. "Ya, secepatnya kita akan selesaikan, " imbuhnya.

Soal anggaran, Haryanto menyebutkan pihak waskita karya akan
menghitungnya setelah dipastikan proposal tersebut. Segala pembiayaan
yang dibutuhkan selama perbaikan, sepenuhnya ditanggung pihak
kontraktor tersebut.

Dalam pemaparannya kemarin, dinas PU kembali menjelaskan soal
perbaikan Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah atau jembatan Siak 3 dalam waktu dekat akan dilakukan. Saat ini tim ahli tengah melakukan penilain terhadap proposal yang diajukan pihak
pengadaan alat pengukur tegangan hanger (residual stress test) yang
didatangkan dari Amerika.

Alat pengukur ketegangan hanger tersebut merupakan bagian dari
prosedur yang terus digodok tim ahli pemeliharaan dan perbaikan
jembatan Siak 3 sebelum memastikan upaya perbaikan pada ketegangan dua hanger.

"Bukannya kita selama ini mengulur-ulur perbaikan jembatan. Tapi untuk memperbaiknya, butuh prosedur yang jelas. Salah satunya harus
dipastikan ukuran ketegangan hanger sebelum nantinya akan diperbaiki.
Dan alat pengukur itu tidak ada di Indonesia, " ungkapnya.

Dikatakannya, upaya mendapatkan alat pengukur ketegangan tersebut
memang membutuhkan waktu dan mesti benar-benar dipastikan.

Awalnya, pihak pengadaan dari Singapura sempat memberikan harapan. Namun batal dan kemudian diarahkan ke Australia. Negara kedua ini juga akhirnya tidak bisa. Dan terakhir alat tersebut diupayakan pihak kontraktor Waskita Karya, dari Amerika.

"Pihak pengadaan alat itu, juga harus dinilai. Proposal yang mereka
masukkan dinilai langsung oleh tim ahli. Jadi itu bagian dari prosedur
yang harus dilalui. Tidak bisa sembarangan untuk memperbaikinya, "
papar Haryanto. (*)

Penulis : Budi Rahmat
Editor : zid

Warga Tenayan Raya Adakan Festival Layang-layang - Tribun Pekanbaru

Warga Tenayan Raya Adakan Festival Layang-layang - Tribun Pekanbaru
Warga Tenayan Raya Adakan Festival Layang-layang
Tribun Pekanbaru - Kamis, 13 Juni 2013 09:20 WIB

Festival-Layang-layang.jpg
ilustrasi/net
Berita Terkait
 
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kelurahan Rejosari Tenayan Raya, Pekanbaru, memastikan menggelar olahraga tradisional Riau, Festival Layang-layang, pada 21-22 Juni mendatang. Event yang dibuka untuk umum (semua umur) ini, akan dipusatkan di Lapangan Pemuda, Rejosari Tenayan Raya.

Panitia Pelaksana Festival Layang-layang, Basuki Rachmanto, Rabu (12/6) mengatakan, festival ini terlaksana berkat kerjasama Lurah Rejosari Iin Syahrudin sebagai pelaksana kegiatan dan warga sekitar. Tujuan event ini digelar sebenarnya, selain ajang silaturahmi, juga ingin mengangkat olahraga tradisional Riau.

Selain itu juga untuk menghidupkan lagi, agar olahraga tradisional Riau membumi lagi di Bumi Lancang Kuning. "Kegiatan ini kita gelar bersempena HUT Kota Pekanbaru (ke-229) tahun 2013 ini. Jadi untuk memeriahkan ulang tahun ini, agar masyarakat merasakan juga," kata Basuki saat berbincang dengan Tribun.

Meski ajang ini digelar swadaya, panpel dan Kelurahan Rejosari mengharapkan, dukungan Persatuan Olahraga Masyarakat Indonesia (POMI) Riau, dan instansi terkait, untuk menyukseskan kegiatan ini.

Sebab dengan bersama-sama, maka olahraga ini bisa hidup dan membumi lagi di Kota Bertuah dan Bumi Lancang Kuning. Lebih lanjut disebutkannya, ada beberapa klasifikasi yang dipertandingkan.

Mulai dari kategori darat pacu, degung tegak, degung lenggok dan degung lampu. "Semua pertandingan masing-masing klasifikasi berbeda penilaiannya," katanya.

Untuk festival ini, panpel sudah menyiapkan hadiah yang spektakuler. Mulai dari hadiah  kulkas, TV, kipas angin plus piala dari Kapolresta Pekanbaru. Bagi yang ingin mendaftar bisa hubungi 081275757516 (Sabri). "Pendaftaran kita buka sejak Sabtu (15/6) hingga Kamis (20/6). Yang jelas umur peserta tak dibatasi," paparnya. (*)

Penulis : Syafruddin Mirohi
Editor : zid

10 PNS Riau Ditangkap Lagi Keluyuran Saat Jam Kerja - Tribun Pekanbaru

10 PNS Riau Ditangkap Lagi Keluyuran Saat Jam Kerja - Tribun Pekanbaru
10 PNS Riau Ditangkap Lagi Keluyuran Saat Jam Kerja
Tribun Pekanbaru - Kamis, 13 Juni 2013 08:38 WIB

PNS-di-Kantin.jpg
tribunpekanbaru/Budi Rahmat
PNS Keluyuran di jam kerja


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Satuan polisi pamong praja gabungan Kota dan Provinsi, Rabu (12/5) pagi kembali melakukan razia terhadap keberadaan PNS yang keluyuran di jam kerja. Dalam razia kali ini aparat satpol PP berhasil menangkap 10 pegawai yang ditemukan dalam warung pada jam kerja.

Sepuluh pegawai negeri sipil ini enam diantaranya merupakan pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dan empat orang lainnya merupakan pegawai Pemerintah Kota Pekanbaru.

Kesepuluh pegawai negeri ini ditemukan di berbagai titik penelusuran aparat Satpol PP yang menyisir sejumlah titik mencurigakan tempat nongkrong pegawai di jam kerja tersebut.

Setelah ditangkap, selanjutnya satu-persatu pegawai negeri ini didata kemudian data tersebut akan diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah. Bagi pegawai di lingkungan Pemprov akan diserahkan ke BKD Provinsi, sedangkan pegawai di lingkungan Pemko akan diserahkan ke BKD Pemko.

Kabag TU Satpol PP Provinsi Riau, Dendi Zulhairi mengatakan, Tiga tim gabungan, penegakan disiplin PNS itu sejak pagi sudah menyusur keberadaan pns yang sedang keluyuran di jam kerja.

"Lokasi yang jadi sasaran, tempat-tempat yang selama ini dianggap berpotensi adanya kegiatan keluyuran PNS, terutama di kedai kopi pada jam kerja,"ujar Dendi Zulhairi kepada Tribun.

Menurut Dendi tiga tim ini dibagi satu menyisir sepanjang jalan Sudirman sampai Simpang tiga, tim kedua menyisir Jalan Hangtuah hingga ke Jalan Sutomo, dan Prof M yamin. Sedangkan satu tim lagi menyisir Jalan Pelajar, Durian, dan Senapelan.

"Dari hasil sidak itu, memang jumlah yg terjaring 10 orang, kami menilai ada tingkat disiplin PNS meningkat,"ujar Dendi Zulhairi.

Menurut Dendi langkah razia yang dilakukan penegak disiplin PNS ini bukan mencari kesalahan PNS, tujuan hakiki menurutnya hanya meningkatkan disiplin dikalangan PNS.

"Jika ada PNS yg keluyuran di jam kerja maka mereka takut dan mengurungkan niatnya. Dari hasil sidak ini, PNS Provinsi akan diteruskan ke BKD Provinsi, sedangkan pegawai Pemko ke BKD Kota,"ujarnya.

Ia juga menambahkan, yang berhak memberikan sanksi dan hukuman kepada pegawai tersebut hanyalah BKD yang berhak. "Yang berkenaan dengan tindak lanjut hanya BKD, kami hanya mendata di lapangan,"ujarnya.

Selama tahun 2013 ini pihak satpol PP Provinsi dengan gabungan kota sudah melakukan lima kali sidak dan razia terhadap PNS Keluyuran tersebut.

"Sidak juga dilakukan ke tempat keramaian, Mall dan pusat perbelanjaan. Kegiatan ini rutin dan waktunya tidak akan  ditentukan,"ujar Dendi Zulhairi.

Dendi juga menambahkan, saat ini tingkat disiplin PNS meningkat jika dilihat dari jumlah tangkapan yang dilakukan saat razia rabu pagi. Biasanya jumlah PNS terjaring razia diatas 20 orang setiap pendataan.

"Sekarang sepertinya ada penurunan, itu menandakan ada peningkatan disiplin pegawai,"ujar Dendi Zulhairi.(*)

Penulis : Nasyuha
Editor : zid

RS Awal Bros dan BSMI Riau Gelar Operasi Katarak Gratis - Tribun Pekanbaru

RS Awal Bros dan BSMI Riau Gelar Operasi Katarak Gratis - Tribun Pekanbaru

RS Awal Bros dan BSMI Riau Gelar Operasi Katarak Gratis
Tribun Pekanbaru - Kamis, 13 Juni 2013 09:40 WIB
 
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Puluhan orang tampak meramaikan suatu ruangan di RS Awal Bros Pekanbaru, Rabu (12/6). Mereka didominasi orang tua yang ternyata tidak hanya dari Pekanbaru, tetapi juga dari daerah kabupaten di Riau ini.

Ternyata sedang ada kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis yang diselenggarakan Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Riau. Para peserta tampak mendengarkaan dan mengikuti acara pembukaan, yang kemudian dilanjutkan dengan screening.

Satu diantara puluhan peserta yang hadir adalah Nenek Maryam. Wanita paruh baya ini duduk mendengarkan kata sambutan yang disampaikan baik dari pihak Rumah Sakit maupun BSMI Riau. Ketika Tribun menghampirinya, dan menanyakan ia dari mana, Nenek Maryam mengatakan ia dari Pulau Tinggi Kabupaten Kampar. Ia datang bersama teman-temannya yang mengalami permasalahan mata juga.

Diakui ibu dua anak dan nenek dari 4 orang cucu ini, pandangannya sudah lama kabur, bahkan ia tidak bisa mengingat sudah sejak kapan pandangannya kabur. "Berangsur-angsur kabur pandangan amak. Kini makin indak joleh," kata Nenek Maryam dengan logat kamparnya.

Nenek Maryam mengaku senang dengan adanya kegiatan operasi katarak gratis ini. Karena bisa membantu orang yang susah untuk mendapatkan perawatan agar bisa melihat normal kembali. "Mudah-mudahan lulus tes kesehatan nanti, supaya bisa ikut pemeriksaan selanjutnya dan bisa lihat kembali," harap Nenek Maryam.

Sementara itu, Direktur RS Awal Bros Pekanbaru, Dr Roswin Rosnim Djaafar mengatakan senang kegiatan  bekerjasama dengan BSMI Riau. Sebelumnya kerjasama telah dilakukan sejak lama. Sebagai pihak rumah sakit, mereka menyediakan tim medis dan menyelenggarakan operasi serta sebelumnya dilakukan screening.

Kegiatan operasi katarak ini, sebenarnya sudah menjadi agenda rutin awal bros. Dan kali ini juga merupakan rangkaian dari Hari Ulang Tahun RS Awal Bros Pekanbaru yang ke 15. "Awal berdiri sejak 1998, keinginan para pendiri menjadi kan rumah sakit ini menjadi bagian dari masyarakat. Salah satunya diwujudkan dengan kegiatan seperti ini," sebutnya.

Sementara itu, untuk peserta ditargetkan 30 yang bisa mengikuti operasi. "Karena selama dua hari ini akan discreening, kemungkinan Jumat-Sabtu dilakukan operasinya. Pengalaman sebelumnya, tidak semuanya yang lulus screening. Akan tetapi kalau lebih dari target, akan tetap kita tangani juga," pungkasnya.

Ketua BSMI Riau, Arisman Adnan kepada Tribun juga menyampaikan perasaan senangnya bisa bekerjasama dengan salah satu rumah sakit terbaik yang punya perhatian terhadap kemanusiaan. Kegiatan ini, lanjutnya merupakan salah satu program musyawarah kerja nasional (mekernas) BSMI pada 14 Juni mendatang.

"Kita mempersiapkan calon-calon yang akaan mengikuti operasi katarak. Tidak hanya dari Pekanbaru, tetapi juga dari kabupaten lain di Provinsi Riau ini. Ada hampir 200 orang calon. Tetapi yang bisa mengikuti operasi ditentukan secara medis nantinya," pungkasnya Arisman. (*)

Penulis : vina
Editor : zid